PEMIJAHAN ALAMI IKAN KAKAP PUTIH(LATES CALCARIFER)
Persiapan pemijahan
Persiapan pemijahan adalah langkah awal
untuk mempesiapkan proses pemijahan,persiapan pemijahan yang di lakukan yaitu
pemasangan Egg Collector mes 56 ( penampungan telur ) pada bak
pelimpasan,di pasang pada sore hari.dan dengan mengalirkan air dari pintu
outlet secara terus menerus dan pintu outlet di tutup,hal ini bertujuan agar
ketika induk mengeluarkan telur,telur akan masuk ke bak pelimpasan dan
tertampung di Egg Collector. Adapun Kriteria induk ikan kakap putih ( Lates calcarifer ) yang baik untuk dipijahkan
adalah sebagai berikut :
1) Sehat berwarna kelabu cerah
2) Gerakan aktif
3) Sirip dan sisik lengkap serta tidak cacat
4) Mata berwarna bening
5) Dilihat berdasarkan bobot induk. Karena ikan kakap
putih bersifat hermaphrodite protandry,
dimana ikan kakap jantan akan mengalami perubahan kelamin ( change sex ) menjadi betina .
Jadi, untuk bobot induk ikan kakap putih yaitu :
- Jantan : 1.5 – 3 kg ( 2 tahun )
- Betina : 4 – 6 kg ( 4 tahun ). Betina yang beratnya
lebih dari 6 kg masih
produktif
dalam proses pemijahan.
3.7 Proses Pemijahan
Pemijahan adalah proses perkawinan antara
ikan jantan dan betina. Proses pemijahan ikan kakap putih ( Lates calcarifer ) dilakukan secara alami ( Natural spawning ), yaitu pemijahan ikan tanpa
campur tangan manusia, terjadinya secara alamiah ( tanpa pemberian rangsangan
hormone ). Pemijhan umumnya terjadi menurut siklus peredaran bulan yaitu pada
waktu bulan gelap dan bulan purnama. Biasanya ikan kakap putih mijah pada malam
hari sekitar pukul 19:00 – 21: 00 atau pagi hari sekitar pukul 05 : 00 – 06 :
00. Adapun beberapa faktor penentu dalam keberhasilan proses pemijahan antara
lain :
1) Suasana tenang
2) Tidak banyak cahaya ( gelap )
3) Kualitas air yang mencukupi
4) Pakan induk
Berikut ciri – ciri induk yang akan mijah :
1) Nafsu makan berkurang hingga 50 %
2) Selalu berenang bersamaan ( betina 1 ekor dan jantan 2 – 3
ekor ), biasanya berenang dibawah aerasi.
3) Tepat pada waktunya ( bulan purnama dan bulan gelap
3.8 Penanganan Telur
Pagi harinya
cek keberadaan telur dalam bak pelimpasan. Setelah telur tertampung dalam bak
pelimpasan, Telur tersebut diambil menggunakan scop net mesh 56 untuk kemudian
dipindahkan ke dalam tangki penetasan telur yang sudah disiapkan.
Gambar. Penampungan telur
Langkah selanjutnya adalah perhitungan
telur, perhitungan telur bertujuan untuk mengetahui jumlah telur dan persentase
telur yang berhasil menetas. Adapun langkah – langkah perhitungan telur yaitu
sebagai berikut :
1) Alat :
a.
Takaran 2 ml
b.
Cawan / wadah sampel
c.
Sendok plastik
d.
Ember
e.
Scop-net 56 mikron
2) Bahan :
a. Air
b. Telur ikan kakap putih ( Lates calcarifer )
3) Langkah kerja :
a. Siapkan alat dan bahan
terlebih dahulu
b. Telur yang sudah berada dibak pelimpasan,
kemudian diambil dengan menggunakan scop-net mesh 56 dan ditampung dalam ember
dengan volume air 10 liter ( 10.000 ml )
c. Diambil 3 titik sample
menggunakan takaran 2 ml, yaitu dari bagian permukaan, tengah, dan dari dasar.
d. Masing – masing sample dihitung, dan
diambil rata – rata
e. Maka diperoleh rumus :
f . Hitung menggunakan
rumus tersebut, maka akan diketahui jumlah telur dalam ember tersebut.
Setelah
perhitungan telur, telur tersebut kemudian masuk ke tangki penetasan yang sudah
disiapkan. Telur akan menetas dalam waktu 17 jam dengan suhu 290c

Posting Komentar