3.3.Persiapan Wadah
Bersih tidaknya budidaya ditentukan oleh persiapan dan
pelaksanaan yang baik, salah satunya adalah persiapan wadah. Jika wadah sudah
memenuhi syarat maka kegiatan budidaya dapat dilakukan. Tujuan dari persiapan
wadah adalah untuk menciptakan lingkungan kolam dalam kondisi optimal bagi ikan
kakap putih ( Lates calcarifer ) .Berikut
langkah kerja persiapan wadah pemeliharaan induk dan persiapan wadah
pemeliharaan larva;
1. Alat :
a.
Sikat
b.
Scooring
pad
c.
Ember
d.
Gayung
2. Bahan :
a.
Air
b.
Kaporit
( 100 – 200 ppm )
3. Langkah kerja :
a.
Penyurutan
air terlebih dahulu
b.
Induk
dipindahkan pada bak yang sudah disiapkan
c.
Bak
digosok menggunakan scooring pad
d.
Bilas
dengan air bersih
e.
Larutkan
kaporit dengan air
f.
Siramkan
kaporit secara merata pada bak yang akan dicuci ( diamkan selama
3 jam )
g.
Bilas
kaporit dengan air hingga bersih
h.
Diamkan
hingga kering, kemudian bak dapat diisi air
i.
Induk
dapat dipindahkan pada bak pemeliharaannya.
Gambar. Persiapan wadah pemijahan
3.4. Pemeliharaan Induk
3.4.1. Lingkungan
Pemeliharaan
Induk ikan kakap putih ( Lates
calcarifer ) yang dipelihara pada bak pemeliharaan yang merupakan
sekaligus sebagai bak pemijahan. Bak pemeliharaan induk dibagi menjadi 2 yaitu
bak tandon dan bak fiberglass.
1.
Bak Tandon
Bak pemeliharaan induk yang digunakan di indoor yaitu bak
tandon yang terbuat dari beton dengan bentuk sebuah lingkaraan dengan
diameter 8 m dan tinggi 3 m yang dapat menampung air sebanyak 120 ton. Jumlah
induk yang dipelihara dalam bak tandon yaitu 39 ekor dengan jumlah jantan 10
ekor dan betina 29 ekor. System perlakuan air yang dilakukan secara Open Flow, artinya air masuk melalui inlet dan
keluar melalui outlet secara terus menerus. Dan dilengkapi dengan sinar
ultraviolet yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri yang ada dalam air
yang dapat mengakibatkan induk terserang penyakit. Sinar ultraviolet yang
digunakan sebanyak 24 buah.
Gambar. Skema pergantian air ( Open Flow )
Gambar.
Bak pemeliharaan induk ( indoor )
2.
Bak Fiberglass
Bak pemeliharaan induk yang digunakan di outdoor yaitu bak
fiberglass yang berbentuk lingkaran dengan diameter 5 m dengan tinggi 2 m yang
mampu menampung air sebanyak 40 ton. Jumlah induk yang dipelihara dalam bak
fiberglass yaitu 15 ekor dengan jumlah jantan 7 ekor dan betina 8 ekor. System
perlakuan air yang dilakukan secara Resirkulasi,
artinya air yang masuk dan keluar melalui proses sirkulasi yang melewati
pressure dan filterisasi, yang berfungsi untuk menyaring kotoran – kotoran yang
ada dalam air. Namun, pada pagi harinya dilakukan proses Back Wash, artinya untuk membuang kotoran dan sisa
pakan yang ada dalam pressure.
Gambar. Skema pergantian air ( Sirkulasi ).
Gambar. Bak pemeliharaan induk (
outdoor )
Setiap bak pemeliharaan induk dilengkapi dengan pintu
pemasukan air yang terlatak diatas dan pintu pengeluaran yang terletak ditengah
dasar kolam serta dilengkapi dengan bak pelimpasan atau bak penampungan telur
yang terletak disamping bak pemeliharaan. Lingkungan di bak
pemeliharaan dimanipulasi dengan sedemikian rupa seolah – olah mirip dialam
aslinya, perlakuan manipulasi yang diterapkan berupa penaikan dan penurunan
tinggi air serta arus yang dibuat begerak memutar seperti arus ombak dilaut
sehingga kualitas air tetap terjaga dan untuk merangsang induk kawin dengan
pergantian air baru. Perlakuan penurunan air pada pagi hari dan di naikkan pada
siang hari sekitar 75 % dari total tinggi air dalam setiap harinya.
3.4.2 Pemberian Pakan
Pakan yang diberikan Induk ikan kakap putih ( Lates calcarifer ) harus memiliki kualitas yang
baik. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi
hari sekitar pukul 09 : 00 WITA dan sore hari sekitar pukul 13 : 00 WITA,
dengan dosis 1 - 3 % dari biomasa. Cara pemberian pakannya dilakukan secara
bertahap. Pemberian pakan yang berlebihan pada induk, dapat mempengaruhi proses
pemijahan. Pemberian pakan dilakukan ketika air dalam keadaan rendah, agar
dinding bak pemeliharaan ikan tidak berjamur ataupun bakteri. Pakan yang
diberikan berupa pakan buatan dan pakan alami, antara lain sebagai berikut
:
1.
Pakan Buatan
Pakan buatan untuk induk ikan kakap putih ( Lates calcalifer ) yang dipelihara adalah pakan racikan sendiri yang komposisinya
sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi induk dan memperlancar proses
pemijahan, sehingga memperoleh kualitas telur dan benih yang baik. Berikut
komposisi pakan yang digunakan :
|
No
|
Jenis Pakan
|
Dosis
|
|
1.
|
Ikan rucah
|
1 - 2 kg
|
|
2.
|
Cumi
|
2.5 - 5 kg
|
|
3.
|
Cacing
|
0.5 kg
|
|
4.
|
Tiram
|
0.5 kg
|
|
5.
|
KPA 7
|
2 kg
|
|
6.
|
PSP
|
100 gr
|
|
7.
|
Natur E ( soft capsul )
|
2 butir
|
|
8.
|
Tepung Sidat
|
9 gr
|
|
9.
|
Vitami Mix
|
15 ml
|
|
10.
|
Vitamin C
|
15 gr
|
|
11.
|
Fish Oil
|
5 ml
|
|
12.
|
Scoo't Imosion
|
6 ml
|
|
13.
|
A1 Dha Selco
|
6 m
|
Tabel.1. Komposisi pakan induk
Cara pembuatan pakan :
a. Campurkan
seluruh bahan satu per satu
b. Aduk
hingga merata
c. C. Kemudian
digiling menggunakan mesin pencetak pakan
2.
Pakan Alami
Pakan alami yang digunakan yaitu cumi. Cumi yang diberikan
pada induk kakap sebanyak 2,5 – 5 kg setiap harinya. Sebelumnya cumi diproses
terlebih dahulu dengan cara tulang cumi dibuang, kemudian potong – potong
menjadi ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut ikan. pakan buatan diberikan
pada pagi hari, sedangkan cumi diberikan pada siang harinya.

Posting Komentar